20 October 2008

Membuat Cluster Load Balancing Dengan Cepat dan Mudah ...gman yah..???

Selama ini orang selalu menganggap bahwa membuat cluster load balancing adalah hal yang rumit dan memusingkan. Dan.. memang benar pendapat ini. Tapi sebenarnya ada satu cara mudah untuk mencapainya dengan menggunakan yang namanya balance.



Sebelumnya kita bahas dahulu sedikit mengenai konsep Clustering. Secara prinsip clustering mempunyai 2 buah pendekatan:
1. High Availability (Failover), adalah bila satu server gagal melayani service tertentu, maka tugas server tersebut otomatis akan dilempar ke server lainnya.
2. High throughput (Performance), disini yang diinginkan adalah performance yang tinggi yang dicapai dengan "membagi2" tugas yang ada ke sekumpulan server. Contohnya adalah:
2a. High-performance Computing (HPC), adalah sekumpulan server yang bekerja bersama-sama pada saat yang bersamaan untuk mengerjakan sesuatu tugas tertentu, biasanya dalam bentuk tugas perhitungan yang berat2, seperti simulasi bumi, me-render film animasi, dll.
2b. Load Balancing, adalah membagi2 beban kerja ke sekumpulan server diluar konteks computing, misalnya membagi beban kerja web server, mail server, dll.

Bagaimana mencapai hal ini?
Ada beberapa software opensource yang dapat kita gunakan:
1. Linux High-Availability (http://www.linux-ha.org)
2. RedHat Cluster Suite dan Piranha (http://www.redhat.com)
3. Linux Virtual Server (http://www.linuxvirtualserver.org)
4. BeoWulf Cluster (http://www.beowulf.org)
5. Openmosix (http://openmosix.sourceforge.net)

Namun solusi2 di atas kadang kala terlalu "canggih" atau "overkill" untuk mencapai tujuan clustering kita. Disinilah 'balance' masuk. Apa yang dapat ia sediakan?
1. Merupakan user-space program. Tidak perlu compile kernel dll. Langsung jalan secara command line.
2. Load balancing secara tcp. Cukup menyebutkan protocol atau port tcp berapa yang ingin kita load balancing.

Cara setup:
1. Download paketnya dari http://www.inlab.de/balance.html
wget http://www.inlab.de/balance-3.40.tar.gz
2. Extract, compile dan install:
2a. tar zxvf balance-3.40.tar.gz
2b. cd balance-3.40
2c. vi Makefile
Ubah baris ini: MANDIR=${BINDIR}/../man/man1
Menjadi: Untuk Ubuntu: MANDIR=/usr/share/man/man1
Untuk RedHat: MANDIR=/usr/local/share/man/man1
2d. make
2e. make install
Done! :)

Cara pakai:
Sebelumnya kita misalkan skenario seperti ini:
Kita mempunyai sebuah website yang ingin kita bagi beban kerjanya ke 3 buah server web. Maka kita perlu mensetupnya seperti terlihat di gambar (Oya, gambarnya adalah foto PC zaman dulu, tapi itu hanya ilustrasi yah, nanti servernya jangan pakai PC zaman dulu juga. Hehe...). Tiga buah server web yaitu www1 (192.168.0.1), www2 (192.168.0.2), dan www3 (192.168.0.3). Di depan mereka kita install sebuah server (192.168.0.254) yang bertugas membagi2 bebas kerja para server www tersebut. Jadi IP yang akan diakses oleh user adalah IP 192.168.0.254, jangan ke masing2 server www.



Commandnya: (Jalankan command ini di 192.168.0.254) balance
Bila diketik tanpa option dia akan muncul seperti ini:
_ _
| |__ __ _| | __ _ _ __ ___ ___
| '_ \ / _` | |/ _` | '_ \ / __/ _ \
| |_) | (_| | | (_| | | | | (_| __/
|_.__/ \__,_|_|\__,_|_| |_|\___\___|
this is balance 3.40
Copyright (c) 2000-2006,2007
by Inlab Software GmbH, Gruenwald, Germany.
All rights reserved.

usage:
balance [-b addr] [-B addr] [-t sec] [-T sec] [-adfpHM] \
port [h1[:p1[:maxc1]] [!%] [ ... hN[:pN[:maxcN]]]]
balance [-b addr] -i [-d] port
balance [-b addr] -c cmd [-d] port

-a enable channel autodisable option
-b host bind to specific address on listen
-B host bind to specific address for outgoing connections
-c cmd execute specified interactive command
-d debugging on
-f stay in foregound
-i interactive control
-H failover even if Hash Type is used
-M use MMAP instead of SHM for IPC
-p packetdump
-t sec specify connect timeout in seconds (default=5)
-T sec timeout (seconds) for select (0 => never) (default=0)
! separates channelgroups (declaring previous to be Round Robin)
% as !, but declaring previous group to be a Hash Type

examples:
balance smtp mailhost1:smtp mailhost2:25 mailhost3
balance -i smtp
balance -b 2001:DB8::1 80 10.1.1.1 10.1.1.2
balance -b 2001:DB8::1 80


Jadi cara pakainya adalah misalnya:
balance -f http 192.168.0.1 192.168.0.2 192.168.0.3

Option -f itu artinya balance jalan di foreground, berguna untuk kita debug dan cancel. Kalau misalnya sudah ok, bisa kita jalankan tanpa option -f, maka balance akan jalan di background.

Untuk melihat cara bekerja balance adalah dengan membuka sebuah terminal dan meload website 192.168.0.254 secara berulang2. Untuk mudahnya dapat kita gunakan text browser seperti elinks:
watch elinks --dump http://192.168.0.254
Untuk kebutuhan testing, dapat kita atur agar isi website di 192.168.0.1, 192.168.0.2, dan 192.168.0.3 berbeda, jadi command di atas akan menampilkan isi website yang berbeda, tanda bahwa balance sudah meload balancing traffik web ke tiga buah server tersebut.

Contoh lain adalah:
balance -f http 192.168.0.1::100 ! 192.168.0.2::100 ! 192.168.0.3
Arti option di atas adalah: koneksi http akan diprioritaskan ke server 192.168.0.1 sampai sebanyak 100 koneksi, bila sudah penuh maka akan dilempar ke 192.168.0.2 sampai sebanyak 100 koneksi juga, sisanya akan ke 192.168.0.3

Bagaimana jika kita ingin menghandle koneksi yang memerlukan session seperti website dynamic pakai php? Hal ini bisa dicapai dengan option '%' yaitu mengaktifkan session seperti ini:
balance -f http 192.168.0.1 192.168.0.2 192.168.0.3 %

Untuk option2 selengkapnya dapat kita lihat di 'man balance'.

Apakah hanya dapat digunakan untuk akses http? Tentu tidak, dengan sedikit eksplorasi kita dapat pula menggunakannya untuk keperluan lain seperti load balancing akses internet, email, proxy, dll.

Penutup
Program balance ini menyediakan sebuah solusi praktis dan mudah untuk membuat sebuah cluster load balancer. Performance yang dihasilkan cukup bagus. Namun bila kita ingin menggunakan solusi yang lebih handal, kita dapat menggunakan LVS (linux virtual server) dengan kombinasi linux-ha. Namun tentu saja settingannya akan jauh lebih rumit. Kita akan membahasnya di lain kesempatan. Selamat mencoba :)

31 August 2008

Wellcome Ramadhan...!!






Gr3g3t4n.blogspot.com...!!Met menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalaninya,dan hormatilah orang yang berpuasa!!.Semoga puasa kita semua bisa diterima oleh Allah SWT..!!Amin..!!

25 August 2008

Buat yang berlangganan Speedy, Ada tips utk menghandle sendiri gangguan yang sering terjadi pada koneksi internet Speedy. Dari pengalaman kebanyakan gangguan akses Speedy itu berasal dari sisi CPE (Costumer Premises Equiptment) atau disebut juga kelengkapan di sisi user seperti modem dan splitter hingga kesalahan sepele seperti salah username dan password.

Lihat IP modem: Klik Start – Run – ketik cmd (pada Windows XP/Vista), command ( pada Windows 98/2000) lalu muncul halaman command dan ketik ipconfig/all dan enter. Lihat IP Gateway (modem). Misal IP Gateway adalah 192.168.1.1. Gambar berikut menunjukkan display ipconfig/all.


Cek koneksi PC ke modem ADSL: Klik Start – Run, ketik ping 192.168.1.1 -t sehingga muncul tampilan seperti gambar berikut.

Kemudian Cek koneksi PC ke DNS Telkom: Klik Start – Run, ketik ping 202.134.0.155 -t, sehingga muncul tampilan berikut.


Jika Koneksi gagal setelah login speedy dan pesan command tidak sama dengan di atas misal “request time out” atau “destination host unreachable” seperti yang ditunjukkan pada gambar.


Maka lakukan troubleshooting sebagai berikut:

1. Pastikan saluran telepon baik dengan mengangkat pesawat telpon dan mendapat nada dial.

2. Pastikan kabel Ethernet Modem – PC dan kabel modem - telepon terhubung dengan baik. Tidak ada PABX, paralel telepon atau peralatan lain yang terhubung sebelum splitter.

3. Matikan modem dan tunggu sekitar 1 menit, nyalakan kembali dan pastikan lampu ADSL menyala tanpa blinking.

4. Pastikan username dan password sudah benar

Username : No.speedy@telkom.net
Password : xxxxx

5. Jika LAN disable. Klik Start – Settings – Control Panel – Network connection – Local Area Connection, Double klik Local Area Connection untuk men-enablekan LAN.

6. ADSL tidak blinking tetapi koneksi PC ke DNS “request time out”. Matikan fitur firewall (lihat user manual modem) di sisi modem, lakukan restart modem ADSL.

7. Pesan DNS masih “request time out” atau tidak mendapat IP. Lakukan setting IP:

a.Pada windows XP

Klik Start – Settings – Control Panel – Network connection – Local Area Connection – TCP/IP. Isi kolom TCP/IP berikut:

IP address : 192.168.1.x (x dapat diisi angka 2 sampai 253)
Subnet mask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.1 (Harus sama dengan IP address modem)
Preferred DNS : 192.168.1.1 dan Alternate DNS : 202.134.0.155

b.Pada Windows 98/ME/2000

Klik Start – Settings – Control Panel – Network – Configuration tab – TCP/IP Properties. Isi kolom TCP/IP sebagai berikut:

IP address : 192.168.1.x (x dapat diisi angka 2 sampai 253)
Subnet mask : 255.255.255.0
Preferred DNS : 192.168.1.1dan Alternate DNS : 202.134.0.155

8. Jika modem hang. Refresh dan Setting ulang modem via menu modem (lihat user manual modem, Note: VPI=8, VCI=81 )

9. Hubungi 147 untuk informasi lebih lanjut.

Nah untuk anda yang berlangganan Speedy berbasis ADSL ini, kalo ada gangguan coba deh ikutin cara-cara ini dan jangan cepat-cepat untuk telp ke 147.

Pada saat shutdown Windows tidak juga menampilkan tulisan "It's now safe to turn off your computer"

Saat shutdown windows 95/98 tidak menampilkan "shutdown screen"

Saat shutdown, windows 95/98 tidak menampilkan "shutdown screen" yang berupa tulisan It's now safe to turn off your computer.

Penyebab & Solusinya :

1. Komputer tidak dapat men-shutdown suatu program.
Sebelum komputer melakukan shutdown maka terlebih dahulu dia akan menutup program-program yang masih berjalan. Program-program tersebut bisa berupa antivirus, utility, atau yang lainnya. Nah, bila komputer Anda tidak bisa melakukan shutdown secara sempurna hal ini bisa terjadi karena komputer tersebut tidak dapat men-shutdown suatu program. Sebagai contoh pada program NetMedic. Pada saat kita menjalankan program NetMedic maka program tersebut juga akan menjalankan syshook.exe sebagai virtual device driver. Tetapi pada saat kita keluar dari NetMedic file syshook.exe tersebut masih "tertinggal" di memori. Nah, file-file seperti syshook.exe inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya masalah. Salah satu cara untuk "mematikan" syshook.exe adalah dengan menampilkan Task Manager yaitu dengan menekan tombol [Ctrl] [Alt] [Del]. Pilih file syshook.exe dan tekan End Task.
Bila Anda mengalami masalah seperti di atas, cara gampangnya adalah dengan menutup semua program (yang terdapat pada Task Manager) kecuali :

Explorer
Rnnapp Osa
(jika Anda menginstall MS Office)
light (jika Anda memakai modem)
systray

Setelah semua program telah ditutup Anda bisa melakukan Shutdown (atau Restart).

2. Windows 98 SE memang mempunyai masalah pada beberapa hardware tertentu. Tetapi Microsft telah mengeluarkan patch untuk masalah tersebut dan bisa Anda dapatkan di situs Microsoft

Kerusakan pada file win.com

Kerusakan pada file win.com

Saat booting windows 95/98 komputer Anda menampilkan pesan:

* The following file is missing or corrupted: Win.com
* The following file is missing or corrupted: Win.com
* Program too big to fit in memory Cannot find Win.com, unable to continue loading Windows
* Program too large

Penyebab :

Hal ini bisa terjadi bila file win.com mengalami kerusakan. Ukuran untuk file win.com yang tepat adalah sebagai berikut :

Windows 95: 22,679 bytes
Windows 95 OSR 2 24,503 bytes
Windows 98: 24,791 bytes

Solusi :

Untuk mengatasinya, Anda harus membuat file win.com baru dengan cara mengekstrak file win.cnf dari CD Windows. Langkah komplitnya sebagai berikut :

1. Ekstrak file win.cnf dari CD Windows ke folder C:\Windows. Adapun letak file win.cnf adalah : Pada Windows 95 terletak pada file Win95_03.cab Pada Windows 98 terletak pada file Win98_28.cab
2. Setelah diekstrak kemudian gantilah nama win.cnf menjadi win.com. Caranya : ren c:\windows\win.cnf c:\windows\win.com
3. Terakhir restartlah komputer Anda