20 October 2009

OS Terbaru Dari Intel


Terbaru dari Intel yaitu Moblin 2.1. Moblin 2.1 ini berbasis Linux, dibuat sebagai preview bagi para pengembang software yang menyediakan banyak user interface dan bagaimana memperbaikinya sesuai dengan Linux Foundation, yang mengelola pengembangan OS. OS ini dapat di-download di situs Web Moblin.

Intel mengumumkan Moblin 2.1 pada Intel Developer Forumon sebagai upgrade-an dari Moblin 2.0. Moblin pada awalnya dikembangkan oleh Intel sebagai sebuah sistem operasi untuk netbook, tetapi dengan Moblin 2.1, Intel mengembangkan OS untuk desktop dan handheld devices seperti mobile Internet devices yang didukung oleh prosesor Atom dan disesuaikan dengan platform hardware masing-masing. Namun versi dari Moblin untuk nettops tidak tersedia untuk di-download.

Intel juga menyesuaikan user interface bagi para pengguna Moblin 2.1 dalam beberapa ukuran yaitu untuk layar netbook, nettops dan handheld devices. Layar Nettops berkisar dari 7 inci sampai 12 inci, sedangkan netbook dapat dilampirkan ke layar yang lebih besar.

Ada dua aAplikasi baru dalam Moblin 2.1 yaitu Moblin Garage dan Moblin Application Installer yang memungkinkan user untuk men-download, menginstal atau menghapus software. Untuk meningkatkan kemampuan kinerjanya, OS tersebut mendukung bluetooth dan data 3G mobile broadband, selain itu juga mendukung platform Trail Pine, yang merupakan platform Intel untuk netbook yang akan datang. Pine Trail ini mengintegrasikan prosesor grafis di dalam CPU Atom.

Moblin telah digunakan untuk menguji OS sebelumnya, termasuk pada Acer Aspire One, Asus Eee PC dan Dell Mini. Awal pekan ini, seorang pejabat Intel mengatakan bahwa perusahaan akan bekerja sama dengan perusahaan hardware untuk menambah kompatibilitas hardware untuk OS. Pada hari Rabu, Dell mulai menawarkan versi Moblin dengan netbook Inspiron Mini 10V.

30 August 2009

Variasi Teknik Hacking Web

Terdapat beberapa cara untuk criminal dapat mengancam jaringan web. Berikut list beberapa aksi teknik hacking :

Reconnaissance
Dalam teknik ini, criminal dapat memperoleh informasi mengenai target system, termasuk username, password, parameter input, program atau bahasa script, tipe server, dan system operasi.

Probe
Dalam fase ini criminal mendeteksi kelemahan system SQL injection termasuk dalam teknik ini dan banyak digunakan untuk menemukan hal tersembunyi dan lubang keamanan yang ada.

Toehold
Criminal akan memproses fase ini ketika penyusup masuk ke dalam system, membangun koneksi, biasanya menyerang session, mencari informasi system dan mulai mengeksploitasi kelemahan keamanan.

Advancement
Fase ini criminal akan mencari konfigurasi error dan mengubah ke account user yang masih unprivileged menjadi priilege, atau bergerak dari normal user dengan sedikit izin akses menjadi administrator, dimana setelah itu criminal akan mendapatkan full akses untuk membuat, menghapus, memodifikasi, menerima atau memindahkan file dan informasi.

Stealth
Langkah stealth ini berupa penyamaran keberadaan penyusup yang sudah masuk ke system. Langkah tersebut dilakukan dengan mengakses dan memodifikasi log file untuk menghilangkan bukti yang dapat memberitahukan user mengenai serangan tersebut.

Listening Port
Dalam listening port tersebut, penyusup akan mengeset backdoor, yakni program ‘jahat’ yang akan memastikan aktivitas selanjutnya tidak bisa dilakukan. Program itu dinamakan ‘stealth’, atau tool backdoor, atau sniffer. Selain itu, penyusup juga dapat memberikan informasi yang salah ketika user mengakses file dan memproses jaringan system, dengan tujuan untuk menyamarkan keberadaan user.

Takeover
Digunakan untuk memperluas control dari satu system ke system lain di jaringan yang sama. Penyusup dapat menggunakan sniffer untuk mendeteksi informasi di host lain, seperti username dan password. Step ini dapat digunakan untuk menemukan host computer yang belum terkena hack sehingga penyusup dapat mengakses host lain. Step ini umumnya dilakukan dengan bahasa pemrograman yang simpe dan dikontrol oleh programmer.

Hebat, Printer Bisa Cetak Tanpa Tinta dan Listrik

Jika biasanya hardware printer menggunakan arus listrik dan juga tinta, namun di masa depan mungkin tidak akan ditemui printer seperti itu lagi. Dalam kompetisi desain Greener Gadget, printer RITI merupakan printer eco-friendly yang akan hit market printer computer dengan segera.

Printer RITI menggunakan ampas kopi atau teh untuk membuat printout computer. Untuk menggunakan printer RITI tersebut, masukkan selembar kertas, tempatkan ampas kopi atau teh ke dalam casing tinta di bagian atas printer. Lalu gerakkan casing tinta ke kiri dan kanan untuk mencetak gambar. Semuanya dilakukan tanpa menggunakan listrik, menurut laporan dari Greener Gadget.

Oleh karena printer RITI hanya bekerja secara manual, maka printer tersebut tidak ideal untuk project besar, dan hanya dapat mencetak hitam dan putih. Namun, secara keseluruhan printer RITI tersebut lebih hemat biaya pembelian tinta dan penggunaan listrik.

Ini Dia Kelemahan Pertama XP Mode di Windows 7

Sebuah pertentangan telah muncul antara vendor antivirus Sophos dan Microsoft berkaitan dengan patch dan sulitnya manajemen dari XP Mode di Windows 7. Teknologi Windows 7 XP mode tersebut digunakan untuk mempermudah jalannya aplikasi yang biasa ada di XP untuk dijalankan secara virtual di Windows 7. Namun, pertentangan muncul dari Richard Jacobs , CTO dari Sophos, yang mengungkapkan bahwa penawaran dari Microsoft tersebut nantinya memang akan kompatibel dengan banyak aplikasi, namun tidak sarat dengan keamanan...........

Dengan memberikan kemudahan path migrasi dari XP ke Windows 7, dan melewati Vista, Microsoft telah membuat bencana keamanan yang besar, tambah Jacobs. XP Mode merupakan tool independent dari Windows, yang dapat digunakan untuk share folder lama dan device di komputer dengan instalasi Windows 7. Salah satu hal yang tidak di-share adalah processor dan memory, jadi sekaligus juga tidak men-share setting security, keamanan software, patch dan sebagainya, bahkan tidak ada ‘warisan’ setting keamanan dari system baru yang ditumpanginya.

Ketika user menggunakan XP Mode tersebut, user perlu untuk melakukan patch copy XP ke Windows 7. User perlu mengatur setting secara terpisah, termasuk konfigurasi dua firewall personal dan menginstal dua copy software anti malware. Jacobs menambahkan, masalahnya akan semakin buruk ketika user tidak tahu bagaimana mengatur XP Mode virtual tersebut di desktop dan karena tidak adanya tool yang mengatur proses tersebut dari Microsoft.

Sementara respon berbeda diluncurkan oleh penasehat keamanan Microsoft, Roger Halbheer, yang membeberkan bahwa XP Mode berlaku sebagai mesin temporer yang memperbolehkan konsumen untuk menikmati keuntungan keamanan yang lebih baik dari Windows 7, dan seklaigus menikmati kompatibilitas aplikasi yang ada di XP.

Office 2010 Tidak Support Chrome dan Opera

Jika lebih sering memakai browser Google Chrome atau Opera, maka mungkin tidak bisa berharap banyak dari hadirnya Office Web Apps dari Microsoft, yang dijadwalkan akan hadir bersama Office 2010 di tahun depan. Bulan Oktober lalu, ketika Microsoft mengumumkan akan adanya kompetisi browser di Google Docs dan Spreadsheet, maka Office Web Apps dipastikan akan kompatibel hanya untuk browser web yang ‘familiar’.

Sementara itu, Microsoft tidak familiar dengan Google Chrome ataupun Opera, Internet Explorer 6 ataupun Apple Safari versi Windows. Menurut Microsoft, kesemua browser tersebut tidak ada di list browser yang support Office Web Apps. Official support untuk Office Web Apps hanya terbatas untuk browser Internet Explorer 7 dan 8, Firefox 3.5 di Windows, Mac, dan Linux, juga Safari 4 di Mac.

“Jika user memilih menggunakan browser lain, maka user harus masih mencobakannya dengan Web Apps. Sementara kami tidak bisa men-support semua browser, maka konsumen tidak akan diblokir ketika akan menggunakan mereka. Inilah tujuan dari dibentuknya Web Aps untuk kompatibilitas dan pencapaian yang lebih luas.” ulas pihak Microsoft. Berita ini juga sempat mengecewakan pihak Opera, yang kemudian berniat memperluas support-nya untuk menyambut Web Apps tersebut.